Apa
Iya, Kita Sudah Puasa?
Sabtu,
27 Juni 2015. Setelah mengikuti agenda kampus dari gabungan UKM ITTAQO dan KSEI kemarin, “Sosialisasi
Zakat dan Buka Bersama Anak Yatim”. Inilah
sedikit ringkasan dari pemateri acara tersebut,Dr H. Irfan Helmy M.A (di warnai
dengan pengalaman-pengalam sendiri) J
Puasa?
Apa sih makna dari puasa itu sendiri?
Puasa dalam bahasa jawa
maupun arab yaitu “Shiyam”. Shiyam atau صيام terdiri
dari empat huruf yaitu ص, ي, أ, dan م. Dalam setiap satu huruf mempunyai makna masing-masing. Shood (ص)
memiliki arti yaitu “shobar”, itu
artinya orang yang sedang melaksanakan ibadah puasa maka harus menggunakan
senjata sabar. Orang puasa yang tanpa bersenjatakan sabar maka dia tidak akan
bisa melaksanakan puasanya dengan baik. Bagaimana tidak? Jika kita sedang puasa
kalau tidak sabar, kita akan sering marah-marah, sering mengumpat, mencela
orang lain, mengumbar nafsu, ceplas ceplos dan sebagainya.
Misalkan dalam kehidupan
sehari-hari, kita tak lepas dari yang namanya masalah dan cobaan. Ketika kita
sedang berpuasa dan di uji oleh Allah, jika kita tidak sabar maka dengan
mudahnya kita akan marah-marah,mengumpat
dan tak terkendali. Oleh karena itu di bulan puasa ini, kita dilatih untuk
meningkatkan kesabaran. Buah hasil dari sabar adalah kedahsyatan dan kekuatan
yang kita miliki untuk melindungi diri kita dari perbuatan-perbuatan yang
tercela.
Kemudian ada juga istilah “assiyamu
junnatun” yang artinya puasa itu seperti perisai atau tameng yang digunakan
untuk mempertahankan diri dari serangan musuhnya.
Orang yang berpuasa kalau belum bisa menjauhkan dari hal-hal yang buruk, itu
puasanya tidak berguna bagi Allah SWT. Pasalnya, orang yang berpuasa tidak
mencari lapar dan haus, akan tetapi itu merupakan media untuk mencari nilai-nilai puasa.
Huruf yang kedua yaitu ي, memiliki
arti “yaqin”. Yakin disini
bermaksud bahwasanya kita yang sudah melaksanakan ibadah di bulah puasa dan
menjalankan kewajibannya (puasa itu sendiri) yang semata-mata karena Allah ta’ala,
maka akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Menginjak huruf yang ketiga,
yaitu أ (alif)
yang berarti “amanah”. Kita sebagai
umat islam mempunyai amanat dari Allah SWT. Salah satunya adalah puasa, rukun
islam keempat. Oleh demikian, kita wajib melaksanakan yang namanya puasa,
disini kita artikan “puasa Ramadhan”.
Terakhir, huruf م (mim)
yang artinya “muktsun/diam”. Jadi tak salah jika orang puasa banyak diam. Ini bukan
berarti diam tidak berbicara sama sekali, bukan pula karena sakit gigi, tetapi diam
memiliki arti untuk tidak membicarakan hal-hal yang jelek, tidak membicarakan
celah orang lain, tidak ngerumpi, dan terhindar dari perkataan-perkataan
madzmumah lainnya.
Jadi, apakah iya kita sudah
puasa hari ini? Jika kita mengaku sudah melaksanakan puasa, jadi kita tak boleh
marah-marah,tak boleh menggunjing, tak boleh melakukan atau berbicara hal-hal
yang jelek, dan sangat dianjurkan untuk memenuhi keempat poin tadi, supaya
puasa kita benar-benar mempunyai nilai di mata Allah SWT.
Terimakasih teruntuk Ustadz Irfan Helmy yang sudah memberi wejangan buat kita semua, semoga bermanfaat fid dunya wal akhiroh. Amin. Selamat menjalankan ibadah puasa J


Tidak ada komentar:
Posting Komentar