My Videos

Jumat, 24 April 2020

IRMAS BAITUL MU'MININ : Rama Datang, Koro Hilang. Marhaban ya Ramadhan, Mohon Maaf Lahir Batin, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1441 H.



 IRMAS BAITUL MU'MININ : Rama Datang, Koro Hilang. Marhaban ya Ramadhan, Mohon Maaf Lahir Batin, Selamat Menunaikan Ibadah Puasa 1441 H 


قَدْ اَتَاكُمْ رَمَضَانُ سَيِّدُ الشُّهُوْرِ فَمَرْحَبًا بِهِ وَاَهْلاً جَاءَ شَهْرُ الصِّيَامِ بِبَرَكَاتٍ فَأكْرِمْ بِهِ
 Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan, maka hendaklah engkau mengucapkan selamat datang kepadanya. Telah datang bulan puasa dengan segenap berkah di dalamnya, maka hendaklah engkau memuliakannya”.

Malam tak lagi sunyi
Suara-suara merdu mengaji
Memecah kesunyian di segala penjuru
Berlomba-lomba dan saling memburu

Suara petasan ikut berperan
Tongtek pun tak mau terkalahkan,
Membangunkan   
Di setiap para insan

Marhaban ya Ramadhan , Marhaban ya Syahrus Shiyam, Marhaban ya Syahrul Qiyam, Marhaban ya Syahrul Qur’an.

Tak sedikit yang mengeluhkan di bulan ini, tak sedikit pula yang merasa bahagia.
Kehadirannya membawakan banyak arti, penuh harapan, rahmat dan maghfiroh. Ya Ramadhan, terasa berbeda dari tahun-tahun lalu memang. Namun bagaimana lagi, ini pemberian dari-Nya.

Banyak hal-hal yang dibatasi, banyak pula jiwa-jiwa yang sedang berisolasi. Tenaga medis sedang berjuang, para perantau yang tidak diperbolehkan pulang. Serba-serbi dengan technology, online sana sini. Belajar online, belanja online, silaturrahim pun dengan online.

Walaupun Ramadhan tetap #dirumahaja bersama keluarga, tenang saja kebaikan-kebaikan dan esensi Ramadhan masih tetap sama. Dalam artian, kita masih bisa berbuat kebaikan, misal berbagi makanan, masker, sembako, dan bahkan senyuman pun bisa menjadi nilai ibadah. 

Jangan sedih !. Apa kataku, saatnya kita bangkit dan bersemangat untuk meraih pahala yang berlipat-lipat.

Tetap mengikuti himbauan dari pemerintah. Berdo’a untuk Negeri kita. Tetap tenang, jaga kesehatan.
Jangan bosan ! Apa kataku, di luar sana belum tentu seberuntung dengan kita. Yang sehat mari kita do’akan yang sedang sakit. Yang sakit semoga diberi kesabaran dan kesembuhan.

Di tengah-tengah pandemi ini kita tak perlu saling menyalahkan, yang harus kita lakukan adalah melawan bersama dan meraih kemenangan.

Renungilah, bersabarlah, berdo’alah, bersyukurlah.

Kami segenap warga Irmas Baitul Mu’minin mengucapkan Marhaban Ya Ramadhan, mohon maaf lahir dan batin, selamat menunaikan ibadah puasa 1441 H.


Ramadhan Kariim, semoga setelah bertemu dengan Rama, Koro segera sirna.

“1 Ramadhan 1441 H”

1

Selasa, 11 September 2018

FABEL "Kucing Malang"



Kucing  Malang

Alkisah, disebuah taman kota terdapat gerombolan kucing yang sedang kebingungan. Mereka baru saja diusir dari rumah gegara sering melakukan kesalahan yaitu mencuri ikan-ikan tuan rumahnya secara sembunyi-sembunyi. Kucing-kucing itu berjumlah tujuh ekor, tiga ekor diantaranya dari keluarga Burbur, tiga ekor lainnya dari keluarga Cancan, dan sisanya hanya seekor kucing yang tak diketahui asal mulanya sama sekali, Meymey namanya. Sebenarnya, hanya enam ekor saja yang berbuat kesalahan tersebut, akan tetapi karena si Meymey terkena impasnya, ia dikarungi juga lalu dibuang bersama kucing-kucing lainnya.
     Di sudut Kota, mereka mencari tempat yang layak untuk dijadikan rumah dan tempat berlindung dari teriknya matahari dan dinginnya air hujan. Lalu, tiba-tiba si Cocan (salah satu personil dari keluarga Burbur) berkata, “Eh Meymey kamu tidak boleh ikut kami, kamu kan punya keluarga sendiri”, katanya penuh dengan kesinisan.
“Maaf kawan-kawanku bolehkah aku menumpang tiga hari saja?”, bujuk Meymey dengan nada memohon.
Kelompok kucing Burbur dan Cancan saling melempar pandangan. Diantara mereka tak ada yang mau menerima kehadiran Meymey.
“Kita jadikan pembantu aja di rumah kita yang baru, untung kan kalau ada pembantu gratis”, bisik si Cocan dengan bapaknya, Burbur.
Lalu mereka saling berbisik dan menerima si Meymey dengan syarat dan ketentuan jadi pembantu. Si Meymey pasrah dan menerima syarat-syarat tersebut, ia sudah tak punya pilihan lain. Dari lubuk hatinya yang paling dalam ia ingin mencari dan kembali di Kota sebelah, bersama keluarganya. Namun, hal demikian sangatlah tak mungkin karena ia tumbuh dan dibesarkan oleh pamannya, Kanim – kucing dari Turki.
     Pada suatu pagi yang cerah, Meymey mulai melakukan aktivitasnya dengan senang hati yaitu sebagai pembantu di rumah baru mereka – sudut Kota, pinggir tepi pantai. Sedang, mereka dengan asyiknya bermain lalu makan pagi ketika makanan sudah dihidangkan oleh Meymey. Ia hanya menelan ludah, semua makanan pagi dihabiskan oleh dua pihak keluarga tersebut tanpa menyisakan sedikit pun untuknya. Ia menangis lalu pergi keluar untuk mencari sesuap makanan untuk mengganjal perutnya.
    Penderitaan demi penderitaan yang tiap hari hari bahkan berbulan-bulan ia lalui dengan ikhlas dan sabar. Akhirnya Meymey memutuskan untuk pergi dan mencari keluarganya di Kota sebelah. Dengan perjalanan yang cukup melelahkan dan berminggu-minggu ia tak menemukan keluarganya. Lalu, dengan tangan kosong ia kembali seperti tempat semula dan hidup sendirian.
“Meymey ingin bahagia, harus sabar dan usaha. Semoga esok kebahagiaan menghampiriku”, katanya sembari menitikkan air mata.


2

Kamis, 09 Agustus 2018

Nomor Tujuh

Nomor Tujuh

Malam minggu, adalah malam yang sama dengan malam lainnya. Bagiku. Hanya saja banyak definisi yang menafsirkan indah kebanyakan orang. Iya, dimana orang-orang meluangkan waktu ataupun kisah untuk mengarungi *weekend*. 

Malam, nomor urut tujuh yang masih menunggu. Sebuah makanan yang kutunggu, adalah aku sangat lapar. Uang pas-pasan bahkan hampir habis. Oh mama, aku ingin pulang. 

Masih menunggu, nomor tujuh pun tak kunjung datang. Entah sampai antrean berapa sekarang. Aku tak mau tau, kerana yang kutahu aku masih menunggu. Demi asupan energiku yang bahkan sudah mulai lelah.

Menungu, kamu adalah yang kutunggu. Bicara hal menunggu kan?. Hanya saja. Hanya satu hati yang membuatku sering bergeming, berpikir, juga berkebingungan. Kamu. 
“Mbak”…
“Mbaknya sendirian?”, lanjut ibu penjual kwetiau yang memecahkan lamunanku.
“Tidak,Bu. Saya sama teman saya, tapi dia kesana”, jawabku sambil menunjuk arah kedai roti bakar.
“Mbaknya beli berapa?”, tanyanya, lagi.
“Dua, Bu. Satu pedas dan satunya sedang saja”.
“Ok,mbak. Mbaknya nomor tujuh, Ditunggu dengan sabar, ya!”, lanjutnya kedua dengan mengulanginya – nomor tujuh. 
Lalu, ku mengangguk. 

45 menit telah berlalu. 
Dengan rasa mulai bosan ku melihat arah timur, menengok kedai roti bakar sambil melirik-lirik ibunya yang semakin sibuk menyiapkan pesanan pembeli. Ah, lama dan perut ini mulai keroncongan. 
“Ini, mbak”, ucap ibunya 10 menit kemudian yang lagi-lagi membuyarkan lamunanku.  
“Berapa, Bu?”
“Dua puluh empat ribu”
“Ini,Bu”, mengambil pesananku lalu memberikan uang yang sudah kupegang sejak tadi.
“Terimakasih, Bu”, lanjutku sembari menyusul temanku yang ternyata akan menghampiriku, juga. 

Kembali
Kesabaran adalah hal yang tak ada batasnya. Kalaupun ada batasnya itu bukan kesabaran, begitu katanya. 
Sabar dalam hal apapun – termasuk menunggu asupan energi. 
Setelah memakan waktu kurang lebih hampir 60 menit itu kuhabiskan waktuku hanya untuk menunggu. Menunggu sebungkus kwetiau Wonosobo. 

~Menunggu hal sesederhana, meski ia masih terlihat jauh, bersabarlah~
0

Sabtu, 26 Maret 2016

Menggenggam Prestasi Dengan Sandang Jas Hijauku

“Jadilah Mahasiswa 3B, berprestasi; berorganisasi; dan berbudi pekerti” (Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. ,Rektor IAIN Salatiga).
Pagi itu pukul 09.00 WIB, kami seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi IAIN Salatiga yang turut serta aktif dalam lingkup UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) berbondong-bondong menuju tempat agung nan kebanggaan, Auditorium Aula kampus I IAIN Salatiga. Tak henti-hentinya rasa deg-deg an pun mengiringi cerahnya pagi hari itu. Serentak Kami pun mengikuti acara yang disebut “Pelantikan Pengurus SEMA, DEMA, UKM IAIN Salatiga” tepat pada tanggal 14 Maret 2016 dengan serta merta berjubel almamater Jas Hijau kebanggaan kami. Suara riuh menggema seisi ruangan tersebut. Mulai dari manual acara pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars IAIN yang kemudian disusul sambutan-sambutan serta puncak acara, prosesi pelantikan 2016. Pelantikan tersebut dipimpin oleh Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd., ditemani oleh pejabat-pejabat bawahannya, seperti dekan; wakil dekan; ketua bidang kemahasiswaan dan dengan tanpa melupakan para dosen-dosen pembimbing per-UKM pun turut menyaksikan ikrar janji suci kami.
Tak kalah pentingnya semangat bagi kami ketika mendengar sayup-sayup suara bijak dari tokoh yang sangat dihormati seluruh warga kampus. Tak lain tak bukan adalah Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd.
“Hidup adalah untuk membuat sejarah, yang mana dari rentetan sejarah itu dimulai dari garis panjang. Tentunya garis panjang tersebut harus berawal dari titik-titik yang nantinya akan terbentang lurus dan barulah berwujud hasil”.
Hakikatnya, kita hidup tak hanya menopang dagu, duduk bersandar manis apalagi tidur dan makan saja. Jika kita ingin hidup bahagia, mulailah dari titik-titik perjuangan kemudian bentuklah garis panjang kesabaran untuk mencapai kesuksesan. Setelah itu tinggalkanlah sebuah sejarah elokmu untuk negaramu. Maka dari itu berorganisasilah!
            Sebagai mahasiswa aktivis sejati, maka mereka tahu kapan harus kuliah dan kapan harus jadi aktivis, berorganisasi. Berorganisasi mengajarkan kita berbagai banyak hal. Karena berorganisasi merupakan wujud nyata dari kehidupan kelak yang akan datang ketika berbaur dengan masyarakat.
            “Urgensi dalam  berorganisasi itu sendiri ada 5 (lima)”, kata beliau melanjutkan sepatah kata nasihat untuk anak-anaknya.
1. Berlatih kepemimpinan
Organisasi merupakan seni yang mana nantinya akan mempengaruhi orang lain dalam hal kebajikan. Yaitu mengamalkan hadits yang sudah tak asing lagi di telinga kita “amar ma’ruf nahi munkar” . Dimulai dari memimpin diri sendiri kemudian memimpin orang lain untuk kepentingan umum.
2. Berlatih dalam manajemen waktu
Mahasiswa aktivis sejati adalah mahasiswa yang berprestasi di dalam akademik maupun non akademik. Dalam hal ini berarti keduanya berjalan seimbang dan membutuhkan kedisiplinan untuk me-manage waktu yang baik.
3. Memperkuat jaringan (networking)
Ciri orang yang sukses adalah orang yang banyak kawannya.
4.   Mengasah kemampuan sosial
Berorganisasi juga mengajarkan kita untuk besosialisasi dengan baik dengan orang banyak. Selain berinteraksi, kita juga dituntun untuk berani bertatap muka di depan khayalak umum.
5.   Berlatih mengelola konflik (problem solving)
“Orang yang optimis selalu melihat peluang dalam masalah bukan melihat masalah dalam peluang”, tutur Bapak Rektor serentak diikuti tepuk tangan meriah dari para mahasiswa dan dosen yang hadir setelah menyampaikan kelima tujuan dari berorganisasi.
            Sesungguhnya inilah jalan Kami (seluruh pengurus) yang telah diberi amanat untuk menjadi seorang pemimpin, yaitu jalan menggenggam prestasi dengan sandang jas hijau serasi. Semoga J
           
By: Sekecap_Rasa (Azizah)

                                                                                   




#with_Jas_Hijau (seluruh Pengurus ITTAQO 2016)



#Devisi_BPH (Badan Pengurus Harian)


#Devisi Pendidikan 


#Devisi Litbangkom


#Devisi Kaderisasi


#Devisi Inventaris 

0

Rabu, 16 Maret 2016





Cahaya Hidup Kelahiran


Angin bersiul serempak di kegelapan fajar
Menyambut suara baru sebuah harapan
Sang Ibunda nan Ayah bersorak riang
terwujud sudah akan impian
Kau anakku, jadilah insan yang berlian
Menjunjung tinggi akan kesuksesan
Memotret kehidupan kebajikan
Jangan hanya berujar, beradulah melawan kebodohan
Menukik tajamnya rintangan, demi masa depan
Kau, cahaya hidup kelahiran







Air Mata Kerinduan


Bila senja tiba, ku arungi mentari yang hendak tenggelam
Sekalipun ku tertatih, terhempas oleh ombak kerinduan
terdalam....benih-benih berwarna putih jatuh ke tepian
Aku menangis
Meratapi kerinduan pada sang bidadari dan malaikat bagiku
Menghela nafas panjang
Ah, sudah berapa lama daku tak bersua dengan mereka
Dekapan demi dekapan, senyuman nan kasih sayangnya
Selalu terngiang di sepersekian bayangan
Bidadari nan malaikatku, aku rindu
Sungguh, air mata ini
Tak kuasa ku menahan rasa
Air mata kerinduan
Duhai ibu nan ayahku






Pelangi Yang Dirindukan


Setelah sekian lama tanah kering kelontang
penantian berujung panjang
dan kini hujan berdatangan
Menyambut kegembiraan nan kebahagiaan
Akan sebuah harapan yang bersembunyi di balik awan
sosok insan, hadir dalam kerinduan
dia,seorang yang kukagumi dalam impian
bergelut dengan pengetahuan
sungguh membuatku berangan
Jika Tuhan menakdirkan akan per temuan
Semoga rindu ini bisa tertahankan
sampai jumpa lagi,
di langit yang dirindukan










0

Rabu, 23 September 2015

ENAK TAK PERLU WAH 

Tak hayal memang jika kita galau karena jauh dari peradaban orang tua. Apalagi di hari yang sungguh luar biasa ini. Adalah Idul Qurban, hari raya umat islam selain idul fitri. Hari yang penuh takbir dan keagungan hanya ada pada-Nya. Kembali lagi ke pembahasan inti. “Enak Tak Perlu Wah?”. Iya, pasalnya enak itu selalu terbayang-bayang hal-hal yang menyenangkan, istimewa, menarik, dan serba spesial baik dinilai dari indera pendengaran maupun penglihatan. 
Lalu, kalau yang ini gimana guys? Apa masih dibilang enak? 
Jawabanyya enak sekali, karena ada hal penting dibanding menikmati menu yang tak lain tak bukan semangkuk nasi dan satu keping sambel terasi. Bukankah enak itu ketika merasa sudah puas? Atau bersyukur dalam keadaan apapun?. Awalnya memang kami sempat mengeluh. Di hari raya idul adha kami pun tak bisa berkumpul dengan keluarga, keduanya uang kami habis, dan mau nggak mau kami pun sarapan ala kadarnya.  Mengingat khutbah yang disampaikan tadi pagi, tepatnya di Masjid Nuruz Zahro, Salatiga, “pelajaran yang dapat diambil dari kisah Nabi Ibrahim alaihissalam itu sendiri adalah Keteguhan hatinya, kesabaran, dan rela berkorban demi perintah allah SWT”. Nah, mengingat hal itu, kami pun urungkan niat untuk “gresah” (mengeluh). Lantas tersenyum dan.... puji syukur Bagi-mu  
“Karena semua nimat itu berasal dari Allah Ta’ala, tentunya enak sekali”
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
“Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)”. (Qs. An Nahl: 53)



0

Selasa, 30 Juni 2015

Apa Iya, Kita Sudah Puasa?

Sabtu, 27 Juni 2015. Setelah mengikuti agenda kampus dari  gabungan UKM ITTAQO dan KSEI kemarin, “Sosialisasi Zakat dan Buka Bersama Anak Yatim”.  Inilah sedikit ringkasan dari pemateri acara tersebut,Dr H. Irfan Helmy M.A (di warnai dengan pengalaman-pengalam sendiri) J
Puasa? Apa sih makna dari puasa itu sendiri?
Puasa dalam bahasa jawa maupun arab yaitu “Shiyam”. Shiyam atau صيام  terdiri dari empat huruf yaitu ص, ي, أ, dan م. Dalam setiap satu huruf mempunyai makna masing-masing. Shood (ص) memiliki arti yaitu  “shobar”, itu artinya orang yang sedang melaksanakan ibadah puasa maka harus menggunakan senjata sabar. Orang puasa yang tanpa bersenjatakan sabar maka dia tidak akan bisa melaksanakan puasanya dengan baik. Bagaimana tidak? Jika kita sedang puasa kalau tidak sabar, kita akan sering marah-marah, sering mengumpat, mencela orang lain, mengumbar nafsu, ceplas ceplos dan sebagainya.
Misalkan dalam kehidupan sehari-hari, kita tak lepas dari yang namanya masalah dan cobaan. Ketika kita sedang berpuasa dan di uji oleh Allah, jika kita tidak sabar maka dengan mudahnya kita akan  marah-marah,mengumpat dan tak terkendali. Oleh karena itu di bulan puasa ini, kita dilatih untuk meningkatkan kesabaran. Buah hasil dari sabar adalah kedahsyatan dan kekuatan yang kita miliki untuk melindungi diri kita dari perbuatan-perbuatan yang tercela.
Kemudian ada juga istilah “assiyamu junnatun” yang artinya puasa itu seperti perisai atau tameng yang digunakan untuk mempertahankan diri dari serangan  musuhnya. Orang yang berpuasa kalau belum bisa menjauhkan dari hal-hal yang buruk, itu puasanya tidak berguna bagi Allah SWT. Pasalnya, orang yang berpuasa tidak mencari lapar dan haus, akan tetapi itu merupakan media  untuk mencari nilai-nilai puasa.
Huruf yang kedua yaitu ي, memiliki arti “yaqin”.  Yakin disini bermaksud bahwasanya kita yang sudah melaksanakan ibadah di bulah puasa dan menjalankan kewajibannya (puasa itu sendiri) yang semata-mata karena Allah ta’ala, maka akan mendapatkan pahala yang berlipat ganda.
Menginjak huruf yang ketiga, yaitu أ (alif) yang berarti “amanah”. Kita sebagai umat islam mempunyai amanat dari Allah SWT. Salah satunya adalah puasa, rukun islam keempat. Oleh demikian, kita wajib melaksanakan yang namanya puasa, disini kita artikan “puasa Ramadhan”.
Terakhir, huruf م (mim) yang artinya “muktsun/diam”. Jadi tak salah jika orang puasa banyak diam. Ini bukan berarti diam tidak berbicara sama sekali, bukan pula karena sakit gigi, tetapi diam memiliki arti untuk tidak membicarakan hal-hal yang jelek, tidak membicarakan celah orang lain, tidak ngerumpi, dan terhindar dari perkataan-perkataan madzmumah lainnya.
Jadi, apakah iya kita sudah puasa hari ini? Jika kita mengaku sudah melaksanakan puasa, jadi kita tak boleh marah-marah,tak boleh menggunjing, tak boleh melakukan atau berbicara hal-hal yang jelek, dan sangat dianjurkan untuk memenuhi keempat poin tadi, supaya puasa kita benar-benar mempunyai nilai di mata Allah SWT.




Terimakasih teruntuk Ustadz Irfan Helmy yang sudah memberi wejangan buat kita semua, semoga bermanfaat fid dunya wal akhiroh. Amin. Selamat menjalankan ibadah puasa J
0
Diberdayakan oleh Blogger.

The Beautiful Gift

Cari Blog Ini

Contact us