Angin
bersiul serempak di kegelapan fajar
Menyambut
suara baru sebuah harapan
Sang
Ibunda nan Ayah bersorak riang
terwujud
sudah akan impian
Kau
anakku, jadilah insan yang berlian
Menjunjung
tinggi akan kesuksesan
Memotret
kehidupan kebajikan
Jangan
hanya berujar, beradulah melawan kebodohan
Menukik
tajamnya rintangan, demi masa depan
Kau,
cahaya hidup kelahiran
Air
Mata Kerinduan
Bila
senja tiba, ku arungi mentari yang hendak tenggelam
Sekalipun
ku tertatih, terhempas oleh ombak kerinduan
terdalam....benih-benih
berwarna putih jatuh ke tepian
Aku
menangis
Meratapi
kerinduan pada sang bidadari dan malaikat bagiku
Menghela
nafas panjang
Ah,
sudah berapa lama daku tak bersua dengan mereka
Dekapan
demi dekapan, senyuman nan kasih sayangnya
Selalu
terngiang di sepersekian bayangan
Bidadari
nan malaikatku, aku rindu
Sungguh,
air mata ini
Tak
kuasa ku menahan rasa
Air
mata kerinduan
Duhai
ibu nan ayahku
Pelangi
Yang Dirindukan
Setelah sekian
lama tanah kering kelontang
penantian
berujung panjang
dan kini hujan
berdatangan
Menyambut
kegembiraan nan kebahagiaan
Akan sebuah
harapan yang bersembunyi di balik awan
sosok insan,
hadir dalam kerinduan
dia,seorang yang
kukagumi dalam impian
bergelut dengan
pengetahuan
sungguh
membuatku berangan
Jika Tuhan
menakdirkan akan per temuan
Semoga rindu
ini bisa tertahankan
sampai jumpa
lagi,
di langit yang
dirindukan


Tidak ada komentar:
Posting Komentar