My Videos

Kamis, 09 Agustus 2018

Nomor Tujuh

Nomor Tujuh

Malam minggu, adalah malam yang sama dengan malam lainnya. Bagiku. Hanya saja banyak definisi yang menafsirkan indah kebanyakan orang. Iya, dimana orang-orang meluangkan waktu ataupun kisah untuk mengarungi *weekend*. 

Malam, nomor urut tujuh yang masih menunggu. Sebuah makanan yang kutunggu, adalah aku sangat lapar. Uang pas-pasan bahkan hampir habis. Oh mama, aku ingin pulang. 

Masih menunggu, nomor tujuh pun tak kunjung datang. Entah sampai antrean berapa sekarang. Aku tak mau tau, kerana yang kutahu aku masih menunggu. Demi asupan energiku yang bahkan sudah mulai lelah.

Menungu, kamu adalah yang kutunggu. Bicara hal menunggu kan?. Hanya saja. Hanya satu hati yang membuatku sering bergeming, berpikir, juga berkebingungan. Kamu. 
“Mbak”…
“Mbaknya sendirian?”, lanjut ibu penjual kwetiau yang memecahkan lamunanku.
“Tidak,Bu. Saya sama teman saya, tapi dia kesana”, jawabku sambil menunjuk arah kedai roti bakar.
“Mbaknya beli berapa?”, tanyanya, lagi.
“Dua, Bu. Satu pedas dan satunya sedang saja”.
“Ok,mbak. Mbaknya nomor tujuh, Ditunggu dengan sabar, ya!”, lanjutnya kedua dengan mengulanginya – nomor tujuh. 
Lalu, ku mengangguk. 

45 menit telah berlalu. 
Dengan rasa mulai bosan ku melihat arah timur, menengok kedai roti bakar sambil melirik-lirik ibunya yang semakin sibuk menyiapkan pesanan pembeli. Ah, lama dan perut ini mulai keroncongan. 
“Ini, mbak”, ucap ibunya 10 menit kemudian yang lagi-lagi membuyarkan lamunanku.  
“Berapa, Bu?”
“Dua puluh empat ribu”
“Ini,Bu”, mengambil pesananku lalu memberikan uang yang sudah kupegang sejak tadi.
“Terimakasih, Bu”, lanjutku sembari menyusul temanku yang ternyata akan menghampiriku, juga. 

Kembali
Kesabaran adalah hal yang tak ada batasnya. Kalaupun ada batasnya itu bukan kesabaran, begitu katanya. 
Sabar dalam hal apapun – termasuk menunggu asupan energi. 
Setelah memakan waktu kurang lebih hampir 60 menit itu kuhabiskan waktuku hanya untuk menunggu. Menunggu sebungkus kwetiau Wonosobo. 

~Menunggu hal sesederhana, meski ia masih terlihat jauh, bersabarlah~
0
Diberdayakan oleh Blogger.

The Beautiful Gift

Cari Blog Ini

Contact us