My Videos

Sabtu, 26 Maret 2016

Menggenggam Prestasi Dengan Sandang Jas Hijauku

“Jadilah Mahasiswa 3B, berprestasi; berorganisasi; dan berbudi pekerti” (Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd. ,Rektor IAIN Salatiga).
Pagi itu pukul 09.00 WIB, kami seluruh Mahasiswa dan Mahasiswi IAIN Salatiga yang turut serta aktif dalam lingkup UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) berbondong-bondong menuju tempat agung nan kebanggaan, Auditorium Aula kampus I IAIN Salatiga. Tak henti-hentinya rasa deg-deg an pun mengiringi cerahnya pagi hari itu. Serentak Kami pun mengikuti acara yang disebut “Pelantikan Pengurus SEMA, DEMA, UKM IAIN Salatiga” tepat pada tanggal 14 Maret 2016 dengan serta merta berjubel almamater Jas Hijau kebanggaan kami. Suara riuh menggema seisi ruangan tersebut. Mulai dari manual acara pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan mars IAIN yang kemudian disusul sambutan-sambutan serta puncak acara, prosesi pelantikan 2016. Pelantikan tersebut dipimpin oleh Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd., ditemani oleh pejabat-pejabat bawahannya, seperti dekan; wakil dekan; ketua bidang kemahasiswaan dan dengan tanpa melupakan para dosen-dosen pembimbing per-UKM pun turut menyaksikan ikrar janji suci kami.
Tak kalah pentingnya semangat bagi kami ketika mendengar sayup-sayup suara bijak dari tokoh yang sangat dihormati seluruh warga kampus. Tak lain tak bukan adalah Bapak Dr. Rahmat Hariyadi, M.Pd.
“Hidup adalah untuk membuat sejarah, yang mana dari rentetan sejarah itu dimulai dari garis panjang. Tentunya garis panjang tersebut harus berawal dari titik-titik yang nantinya akan terbentang lurus dan barulah berwujud hasil”.
Hakikatnya, kita hidup tak hanya menopang dagu, duduk bersandar manis apalagi tidur dan makan saja. Jika kita ingin hidup bahagia, mulailah dari titik-titik perjuangan kemudian bentuklah garis panjang kesabaran untuk mencapai kesuksesan. Setelah itu tinggalkanlah sebuah sejarah elokmu untuk negaramu. Maka dari itu berorganisasilah!
            Sebagai mahasiswa aktivis sejati, maka mereka tahu kapan harus kuliah dan kapan harus jadi aktivis, berorganisasi. Berorganisasi mengajarkan kita berbagai banyak hal. Karena berorganisasi merupakan wujud nyata dari kehidupan kelak yang akan datang ketika berbaur dengan masyarakat.
            “Urgensi dalam  berorganisasi itu sendiri ada 5 (lima)”, kata beliau melanjutkan sepatah kata nasihat untuk anak-anaknya.
1. Berlatih kepemimpinan
Organisasi merupakan seni yang mana nantinya akan mempengaruhi orang lain dalam hal kebajikan. Yaitu mengamalkan hadits yang sudah tak asing lagi di telinga kita “amar ma’ruf nahi munkar” . Dimulai dari memimpin diri sendiri kemudian memimpin orang lain untuk kepentingan umum.
2. Berlatih dalam manajemen waktu
Mahasiswa aktivis sejati adalah mahasiswa yang berprestasi di dalam akademik maupun non akademik. Dalam hal ini berarti keduanya berjalan seimbang dan membutuhkan kedisiplinan untuk me-manage waktu yang baik.
3. Memperkuat jaringan (networking)
Ciri orang yang sukses adalah orang yang banyak kawannya.
4.   Mengasah kemampuan sosial
Berorganisasi juga mengajarkan kita untuk besosialisasi dengan baik dengan orang banyak. Selain berinteraksi, kita juga dituntun untuk berani bertatap muka di depan khayalak umum.
5.   Berlatih mengelola konflik (problem solving)
“Orang yang optimis selalu melihat peluang dalam masalah bukan melihat masalah dalam peluang”, tutur Bapak Rektor serentak diikuti tepuk tangan meriah dari para mahasiswa dan dosen yang hadir setelah menyampaikan kelima tujuan dari berorganisasi.
            Sesungguhnya inilah jalan Kami (seluruh pengurus) yang telah diberi amanat untuk menjadi seorang pemimpin, yaitu jalan menggenggam prestasi dengan sandang jas hijau serasi. Semoga J
           
By: Sekecap_Rasa (Azizah)

                                                                                   




#with_Jas_Hijau (seluruh Pengurus ITTAQO 2016)



#Devisi_BPH (Badan Pengurus Harian)


#Devisi Pendidikan 


#Devisi Litbangkom


#Devisi Kaderisasi


#Devisi Inventaris 

0

Rabu, 16 Maret 2016





Cahaya Hidup Kelahiran


Angin bersiul serempak di kegelapan fajar
Menyambut suara baru sebuah harapan
Sang Ibunda nan Ayah bersorak riang
terwujud sudah akan impian
Kau anakku, jadilah insan yang berlian
Menjunjung tinggi akan kesuksesan
Memotret kehidupan kebajikan
Jangan hanya berujar, beradulah melawan kebodohan
Menukik tajamnya rintangan, demi masa depan
Kau, cahaya hidup kelahiran







Air Mata Kerinduan


Bila senja tiba, ku arungi mentari yang hendak tenggelam
Sekalipun ku tertatih, terhempas oleh ombak kerinduan
terdalam....benih-benih berwarna putih jatuh ke tepian
Aku menangis
Meratapi kerinduan pada sang bidadari dan malaikat bagiku
Menghela nafas panjang
Ah, sudah berapa lama daku tak bersua dengan mereka
Dekapan demi dekapan, senyuman nan kasih sayangnya
Selalu terngiang di sepersekian bayangan
Bidadari nan malaikatku, aku rindu
Sungguh, air mata ini
Tak kuasa ku menahan rasa
Air mata kerinduan
Duhai ibu nan ayahku






Pelangi Yang Dirindukan


Setelah sekian lama tanah kering kelontang
penantian berujung panjang
dan kini hujan berdatangan
Menyambut kegembiraan nan kebahagiaan
Akan sebuah harapan yang bersembunyi di balik awan
sosok insan, hadir dalam kerinduan
dia,seorang yang kukagumi dalam impian
bergelut dengan pengetahuan
sungguh membuatku berangan
Jika Tuhan menakdirkan akan per temuan
Semoga rindu ini bisa tertahankan
sampai jumpa lagi,
di langit yang dirindukan










0
Diberdayakan oleh Blogger.

The Beautiful Gift

Cari Blog Ini

Contact us